Apa itu Data Privacy dan bagaimana cara menjaga data kita?

Baru-baru ini dunia teknologi Indonesia digegerkan dengan bocornya data pengguna aplikasi e-commerce ternama di Indonesia, Tokopedia. Sekitar data 91 juta pengguna Tokopedia dan tujuh juta merchant di Indonesia dijual seharga Rp74.000.000,- di Internet. Meskipun Tokopedia telah mengklaim bahwa informasi password milik pengguna tetap aman dengan mekanisme One-Time Password (OTP), sistem penyimpanan data dari Tokopedia masih dapat dibobol. Data yang dibocorkan tidaklah hanya nama atau e-mail, namun juga nomor telpon bahkan nomor rekening.

Lalu, apakah sebenarnya data privacy itu?

Data privacy berfokus pada hak-hak setiap individual untuk menjaga data-datanya yang bersifat penting pada dirinya sendiri sehingga data itu hanya dapat diakses oleh penggunanya sendiri (contoh, nomor kartu kredit, alamat, password bank, dan lain-lain). Istilah data privacy sendiri mulai marak di Indonesia karena perubahan industri 4.0 yang terjadi di Indonesia. Baru beberapa tahun belakangan ini kita melihat bahwa industri commerce beralih ke e-commerce yang lebih efisien dan memungkinkan transaksi jarak jauh, bahkan industri transportasi yang mulai berkembang dengan keberadaan ojek online dan bahkan jasa antar makanan.

Tentunya, untuk menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut, pengguna harus melalui proses registrasi yang biasanya akan digunakan untuk login aplikasi menggunakan e-mail dan password. Bahkan di aplikasi-aplikasi seperti Gojek atau Tokopedia, pengguna harus meregistrasikan alamat rumah mereka supaya barang yang diantarkan dapat sampai di alamat yang benar. Data yang diregistrasikan hanya dapat diakses oleh sang pengguna dan pihak perusahaan aplikasi, in case of kesalahan teknis saat proses transaksi.

Namun, di masa sekarang ini, dengan meningkatnya cybercrime (kejahatan yang dilakukan melalui jaringan Internet), data breaching, atau pembobolan data, sering terjadi dan menjadi salah satu topik yang meresahkan pengguna-pengguna aplikasi, terutama setelah berita breaching Tokopedia tersebar. Seiring majunya zaman, dibutuhkan metode-metode baru untuk mencegah kebocoran data, salah satunya adalah 2FA (Two Factor Authentication) yang digunakan beberapa aplikasi seperti OVO yang mengkombinasikan pengamanan dalam dua bentuk, yaitu PIN dan deteksi biometris (sidik jari). Pencegahan data breaching menjadi salah satu tantangan bagi Indonesia untuk mencapai Revolusi Industri 4.0 yang aman dan berbasis kepada teknologi informasi.

Ditulis oleh Owen Christian Wijaya dalam rangka Aksi Angkatan TPB ITB 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *